Bahaya Campak Rubella sebenarnya tidak kalah berbahayanya dengan campak biasa, merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat menular.
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Divisi Tumbuh Kembang Pediatrik Sosial Fakultas Kedokteran Unpad – RS Hasan Sadikin, Kusnandi Rusmil, Rubella sering kali disebut dengan nama campak Jerman karena gejala yang tampak pada penyakit ini, seperti adanya bercak kemerahan di kulit wajah serta lengan dan kulit kepala yang sangat mirip campak biasa dan diikuti dengan demam ringan.

Sangat beragam penyakit campak yang sudah tidak asing lagi namanya di masyarakat. Akan tetapi, sangat berbeda halnya dengan penyakit Rubella dan Conginetal Rubella Syndrome (CRS). Akibat kurangnya informasi terkait dua hal tersebut, maka program vaksinasi Rubella yang dilaksanakan oleh pemerintah mengalami sedikit kendala. Karenanya untuk menekan akibat bahaya campak rubella, diharapkan masyarakat untuk sesegera mungkin melakukan imunisasi rubella

Juga dijelaskan bahaya campak Rubella, yang sangat mudah menular melalui udara dan bisa menular ke janin, karena jika menular ke ibu hamil pada awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai Sindroma Rubella Konginetal. CRS adalah sindrom kecacatan pada bayi baru lahir yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Ibu hamil yang terinfeksi virus Rubella kata dia, menulari janinnya melalui saluran plasenta.

Umumnya bahaya campak rubell ini merupakan infeksi tertinggi ialah pada 10 minggu pada awal kehamilan. Janin sangat beresiko tinggi mengalami adanya kelainan pada telinga, pada mata dan gangguan jantung. Gangguan akan pendengaran terjadi apabila terinfeksi pada usia kehamilan 18 minggu. Cacat struktur jantung dan mata terjadi jika infeksi di usia gestasi kurang dari 8 minggu,” ujarnya.

Juga dikatakan, infeksi ini dapat mengakibatkan gangguan perkembangan organ tubuh lainnya, seperti pembesaran hati dan limpa, berat badan lahir terlalu rendah, Diabetes tipe 1 dan Hipertiroid. Yang paling berbahaya adalah terjadinya kematian bayi di dalam kandungan. Untuk mencegah terjadinya CRS, segeralah melakukan imunisasi dengan vaksin MR yang merupakan upaya pencegahan yang terbaik. Demikian yang dikuti dari liputan6.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here