Gejala difteri bergantung dimana bakteri difteri tersebut berkembang biak, bisa di tenggorokan, bisa dikerongkongan atau di hidung bahkan di kulit.

Gejala Difteri Secara Umum

Penyakit difteri bermacam-macam, tentunya berbeda pula gejalanya. Berikut ini beberapa gejala penyakit difteri :

  • Difteri Kulit, menimbulkan luka menyerupai seperti sariawan pada alat kelamin dan kulit. pada keadaan seperti ini kulit tidak terasa apa-apa atau disebut baal.
  • Difteri Trakea dan Laring, terjadi pembengkakan di daerah kelenjar leher, kulit nampak kebiruan, demam tinggi hingga 40 derajat celsius, napas berbunyi, penderita mengalami sesak nafas dan sulit mengeluarkan suara.
  • Difteri Faring dan Tonsil, terjadi peradangan pada selaput lendir dan tidak membentuk jaringan tipis.
  • Difteri Hidung, gejalanya sangat mirip seperti penyakit flu, namun kemudian keluar lendir pada hidung yang disertai dengan darah.

Dengan mengenal ciri penyakit difteri, maka dapat mengetahui lebih awal penyakit tersebut, sehingga bisa mengantisipasinya lebih cepat dengan membawa penderita ke dokter atau rumah sakit.

Penyebab Penyakit Difteri

Setelah mengenal gejala dan ciri-ciri penyakit difteri, perlu juga mengetahui penyebab difteri.
Penyebab penyakit difteri adalah bakteri berbentuk batang yang bernama Corynebacterium diphtheria. Bakteri ini menyebar melalui milik pribadi yang digunakan bersama-sama, seperti handuk, sapu tangan, gelas dan lain-lain. Bisa juga melalui bersin yang disebarkan oleh penderita difteri.

Suntik Vaksin Difteri Diperlukan

Vaksin difteri, atau imunisasi difteri diperlukan agar seseorang terjaga dari penyakit difteri. Penyakit ini sebenarnya sudah bisa dicegah dengan memberikan vaksin DPT yang diberikan sejak kecil atau bayi. Tapi karena kurangnya pemberitahuan yang tepat ke masyarakat Indonesia, maka banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak paham bagaimana cara memberikan vaksin difteri ini.

Vaksin difteri pertama diberikan pada saat bayi berusia 2 bulan dan diberikan bersamaan dengan vaksin pertusis serta tetanus (vaksin DPT I).

Dua bulan kemudian, harus dilakukan vaksinasi ulang (vaksin DPT II)untuk bayi anda. Selanjutnya pengulangan dilakukan lagi saat anak berumur 3 bulan atau 4 minggu dari pemberian vaksin yang kedua (vaksin DPT III).

Kemudian Ketika anak mencapai umur 18 bulan, vaksin DPT IV bisa diberikan. Dan yang terakhir, vaksin DPT V harus diberikan saat anak berusia 5 tahun. Total diberikannya vaksin DPT adalah sebanyak 5 kali sampai anak berumur 5 tahun.

Sedangkan pada saat anak sudah mulai bersekolah, yaitu pada umur 7-8 Tahun, anak harus mendapatkan vaksin lagi. Karena penyakit tersebut jarang diderita oleh anak diatas umur 5 tahun. Ketika anak anda sudah berumur 7-8 tahun Anda harus memberikan 1 kali lagi vaksin DT (Difteri dan Tetanus).
Dengan melakukan vaksinasi secara lengkap diharapkan anak anda akan terhindar dari penyakit Difteri. Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here